KONI: Meninggalnya Lisa Rumbewas Jadi Duka Mendalam Bagi Olahraga Papua

Wecome Aheartrelief di Situs Kami!

JAKARTA – Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua menyebut meninggalnya Raima Lisa Rampiwas merupakan duka mendalam terhadap olahraga Bomi Cendravasih. KONI: Meninggalnya Lisa Rumbewas Jadi Duka Mendalam Bagi Olahraga Papua

Daniel Womsifor, Kepala Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Olah Raga Kone Papua, mengatakan meninggalnya Lisa merupakan suatu kehilangan yang sangat besar. Millennium Aquatic Jakarta Juara 8 Kali Kejurnas IOAC 2023

Antara dikutip Minggu, 14 Januari 2024: “Sebagai kepala adat masyarakat Biak Barat dan Suwandiwi (Papua), saya juga menyatakan meninggalnya Lisa Rumbiwas telah menimbulkan duka bagi suku Biak di Papua dan Indonesia.” .

Menurut Womsiwor, Papua dan Indonesia kehilangan legenda besar olahraga, khususnya angkat besi.

“Beliau merupakan satu-satunya atlet Papua yang meraih tiga medali Olimpiade berturut-turut, dan sejauh ini belum ada atlet Papua lain yang mampu menandingi prestasinya di Olimpiade,” ujarnya.

Ia menambahkan, Lisa Rumbiwas secara tradisional digambarkan sebagai seorang “insorak” atau perempuan yang kuat dan berani sehingga mampu meraih kesuksesan di tingkat nasional dan global.

Ia berkata: “Lisa Rampe tidak hanya memiliki jiwa ‘Insurac’, tetapi juga sangat setia kepada ayah dan ibunya serta seorang anak yang setia, patuh, pendiam, jujur, dan mendengarkan.”

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lisa merupakan burung bangau pertama di Indonesia dan pertama di Papua. Tiga kali berkompetisi di Olimpiade ia selalu meraih medali.

Lisa Rumbivas meraih medali perak saat berkompetisi di Olimpiade 2000 (kategori 48 kg) dan 2004 (kategori 53 kg). Kemudian ia meraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 (kategori 53 kg).

Selain sukses meraih tiga medali di Olimpiade, ia juga mengharumkan nama di tingkat daerah, di mana ia berhasil meraih medali perak di Asian Games Tenggara tahun 2001. KONI: Meninggalnya Lisa Rumbewas Jadi Duka Mendalam Bagi Olahraga Papua

Tak hanya itu, raihan medali perak Kejuaraan Angkat Besi Dunia 2006 menambah daftar panjang prestasinya. Ia kemudian kembali meraih medali emas pada kategori 58 kg SEA Games 2009. Tamara Tiasmara difitnah, dan pihak keluarga buka suara melalui akun Instagram Anissa Larasati, sepupu Tamara Tiasmara. Ia menegaskan, warganet harus lebih pengertian terhadap kerabatnya tersebut. Aheartrelief 13 Februari 2024